Saya sudah terbilang sering menghadiri acara yang diselenggarakan oleh stasiun televisi yaitu metro tv acara itu diberi judul “Mario Teguh Golden Ways”. Acara ini ditayangkan setiap hari dimana minggu jam 7 malam di metro tv.
Saya sangat kagum kepada bapak Mario Teguh karena beliau sangat pintar untuk memberikan berbagai cara yang harus dilakukan agar hidup bisa menjadi lebih bermakna. Acara ini merupakan acara untuk memotivasi masyarakat Indonesia untuk selalu berlaku baik dan mengerti apa yang harus dilakukan agar dapat mendapatkan kehidupan yang di cita-citakan. Karena acara ini sangat positif sekali. Saya sangat berminat menjadi penonton yang langsung hadir dalam acara tersebut.
Saya mencatat sedikit mengenai apa-apa saja yang dijelaskan oleh Bapak Mario Teguh dalam berbagai tema, diantaranya: Salah Berhasrat, Hidup Ini Tidak Sementara, dan Reaksi Pengubah Hidup
Dibawah ini merupakan penuturan dari Bapak Mario Teguh dengan berbagai tema diatas…
SALAH BERHASRAT
Hasrat merupakan keinginan yang memajukan. Ada 3 hal yang boleh dijadikan hasrat, yaitu:
1. Hasrat kedudukan
Contohnya yaitu permintaan seorang pria menjadi suami kepada seorang wanita.
2. Hasrat Pangkat
Mencapai kualitas dari suatu kelompok
3. Hasrat Derajat
Memiliki : kebenaran, penampilan, pikiran (yang dipertajam), hati, tindakan
(pembuktian dari semua).
Derajat yang baik itu adalah sebaik-baiknya manusia dimana derajat itu bermanfaat bagi orang terdekat bahkan orang yang tidak mengenal kita.
Menjadi orang baik perlu 2 hal yaitu benar dan santun. Bila santun yang terlalu tetapi tidak benar merupakan hal yang menyebalkan.
Kita harus bisa mengembangkan cara-cara untuk selalu menjadi pribadi yang menarik. Contohnya: pada dasarnya pria adalah makhluk yang cepat bosan dan membenci yang rutin. Maka cobalah ubah kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang menjadikan lebih baik dan lebih baik lagi.
Pengertian adalah ilmunya kehidupan. Hasrat yang baik itu dari pengertian yang baik. Dengan begitu kita dapat mengetahui benar/salah. Dari tindakan yang kita lakukan. Orang yang cepat salah itu sesungguhnya cepat benar.
Hasrat yang indah adalah hidup ikhlas dalam kebaikan, bila ditipu percaya bahwa yang dilakukannya untuk menipuku tidak akan memiskinkanku. Karena hanya Tuhan yang memberikan riski kepadaku.
Bila kita ikhlas sesungguhnya kita tidak akan bersahabat pada orang buruk, sehingga tidak akan berhutang keburukan. Jika kita bergaul dengan orang baik, kita akan berhutang budi. Orang yang berbudi adalah orang yang baik.
Banyak orang yang belum meraih pangkat dan kedudukan sudah sombong. Hal demikian akan mempersulit pencapaian hasratnya karena orang lain akan berusaha menggagalkannya maka jangan memberitahukan apa yang kita inginkan, kecuali orang itu mau membantu kita untuk mencapainya.
Tuhan itu sebenarnya sabar, bila kita terus melakukan kesalahan, Tuhan akan melayaninya. Namun sadarlah bahwa kita tidak mempunyai banyak waktu didunia ini sehingga saat kita merasa sakit hati jangan melakukan kesalahan yang sama.
Kita boleh membalas kesalahan orang lain namun dengan menggunakan cara yang bijak. Memang membalas itu tidak ada yang melarang tapi akan lebih baik bila kita memaafkan. Dengan kita membalas, kita hanya bisa menurunkan orang, sehingga tetaplah menyayanginya. Karena dengan demikian Tuhanlah yang akan membalas dengan memuliakannya. Dengan demikian kita telah membatalkan hak kita untuk membalas.
Ada pertanyaan yang berbunyi seperti ini:
Terkadang pria memiliki hasrat untuk memiliki istri yang lebih dari satu. Dengan asumsi bila suatu saat nanti wanita lebih banyak dari pria, sehingga ada berbagai pilihan bagi wanita yang sulit mendapatkan suami…
1. menggangu suami orang
2. apakah harus menjadi PSK
3. atau dipoligami
Dengan permasalahan seperti ini, bagaimana mendapatkan hasrat kita pada kondisi seperti ini…
Lalu pak Mario menjawab: orang jarang sekali meminta pendapat. Orang jarang sekali meminta untuk disetujui karena pada dasarnya mereka sudah merasa cukup damai. Apapun keyakinan kita, sesungguhnya orang itu bisa membantu tanpa menikahinya tapi menikahinya. Tidak ada orang tua yang mengijinkan anaknya untuk dipoligami, tetapi dirinya sendiri mengatakan ”mau”.
Kesimpulannya: marilah menjadi pribadi yang ikhlas dalam kebaikan lalu perhatikanlah apa yang akan terjadi.
HIDUP INI TIDAK SEMENTARA
Sikap kita hari ini menentukan bentuk kehidupan kita dimasa depan. Fokuslah pada yang sekarang karena hal itu akan menentukan apa yang akan kita dapatkan nanti.
Jiwa yang kaya adalah jiwa yang damai. Tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai.
Semua penderitaan adalah pemberitahuan diri untuk memperkuat diri lalu berdoalah dalam kebaikan.
Keutuhan kita adalah memenangkan kehidupan dimana hidup untuk selalu ingat akan kejadian yang terjadi dalam hidup dan berusaha untuk melakukan yang lebih baik.
Hidup sementara adalah hidupya badan namun kualitas kehidupan jiwa tidak smentara.sehingga jangan dipikirkan kehidupan akhir dari kehidupan kita. Bekerjalah seperti kita tidak akan dipanggil oleh Tuhan. Lalu beribadahlah seolah kita akan dipanggil oleh Tuhan.
Kekhawatiran tidak membatalkan apapun yang akan terjadi tetapi pasti menyadap kemampuannya / kekuatannya hari ini. Khawatirlah diri kalau tidak bekerja keras.
Sadarlah orang yang hebat adalah orag yang digunakan untuk sesuatu yang hebat.
Marilah berfokus pada yang baik lalu dalamkanlah kecintaan anda pada pekerjaan anda, lalu perhatikanlah yang akan terjadi.
REAKSI PENGUBAH HIDUP
Kehidupan isinya kejadian yang baik / buruk. Apapun yang terjadi meyakinkannya sebagai alat untuk menjadi kuat.
Kejadian yang terjadi kepada kita banyak hal yang tidak kita pilih contonya gempa,dll. Tapi keputusan kita pada masalah yang demikian itu, bila kita bereaksi baik akan mendapat reaksi yang baik dari orang lain.
Kehidupan ini tidak mengijinkan perjalanan yang lapang dan datar. Kehidupan mempunyai 2 arah perjalanan yaitu naik dan turun. Saat kita menua, melupa dan melambat kita harus bisa mendapatkan hasil yang lebih besar.
Orang yang harus berhati-hati adalah orang yang merasa hidupnya begini-begini saja. Sesungguhnya hal itu justru akan melemahkannya. Berarti dia tidak lebih baik dari yang seharusnya dia kerjakan. Karena dia sedang diberitahu pada perasaan ketidakberdayaannya itu.
Reaksi yang dibutuhkan untuk mengubah hidup yaitu:
1. melihat sesuatu yang harus diperbaiki
2. melakukan sesuatu dengan bertindak
3. nasihat orang untuk membantu
4. berdoa
Takdir tidak merampas sesuatu, takdir merupakan sesuatu yang harus diperhatikan.
Berlakulah damai dan bersyukur. Bereaksi santun pada orang dengan tidak marah jika haknya dirampas karena dia sadar dalam pengamatan Tuhan.
Kita kadang merasa kecil hati dalam berlaku di kehidupan kita. Percayalah bahwa kita akan mengalami kejadian yang tidak kita pilih. Sehingga kualitas dari reaksi kita terhadap kejadian tersebut adalah menagislah sebentar seperti menangisnya orang besar dan marahlah sebentar seperti marahnya orang bijak. Pilihlah reaksi yang memuliakan kehidupan dan orang lain, lalu perhatikan apa yang akan terjadi…
Rabu, 21 Maret 2012
Selasa, 13 Maret 2012
Tugas 1 Bahasa Inggris Bisnis 2
Nama : Xsa Nency Ellicia
Kelas : 3EB13
NPM : 26209711
EXERCISE A
7. With her purse in her hand ran through the door.
answer : (W) With her purse In her hand she ran through the door.
Note:
She = Subject
Ran = Verb
With her purse = Preposition
In her hand = Preposition
EXERCISE B
1. During the meeting in the office discussed the schedule.
Answer : (W) During the meeting in the office we discussed the schedule.
Note :
We = Subject
Discussed = Verb
TOEFL EXERCISE
1. Mark Twain ...... the years after the Civil War the "Gilded Age".
a. called = Verb
b. he called = Double subject
c. calling = kata kerja aktif
d. his calls = noun
Answer = a. called
Kelas : 3EB13
NPM : 26209711
EXERCISE A
7. With her purse in her hand ran through the door.
answer : (W) With her purse In her hand she ran through the door.
Note:
She = Subject
Ran = Verb
With her purse = Preposition
In her hand = Preposition
EXERCISE B
1. During the meeting in the office discussed the schedule.
Answer : (W) During the meeting in the office we discussed the schedule.
Note :
We = Subject
Discussed = Verb
TOEFL EXERCISE
1. Mark Twain ...... the years after the Civil War the "Gilded Age".
a. called = Verb
b. he called = Double subject
c. calling = kata kerja aktif
d. his calls = noun
Answer = a. called
Selasa, 17 Januari 2012
Rintihan Tangis dalam Istana Megah
Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia...
Lulus SMA dengan nilai total 50,80 dari 6 pelajaran...
Diiringi dengan dapatnya PMDK di Institut Pertanian___...
Beasiswa di Guna___...
Lolos tes wawancara tahap 1 di Sekolah Tinggi Ilmu ___...
dan lain-lainnya...
Yang sesungguhnya aku bisa dengan mudahnya menunjuk ingin kuliah dimana...
Ternyata kebahagiaanku cukuplah sampai disitu..
Kesedihan yang kini mulai bertubi-tubi berdatangan...
Aku tidak dapat menunjukkan suatu pembuktian...
mendapatkan nilai yang cukup fantastis...
dengan meraih peringkat 10 besar di sekolahku...
Kepada satu-satunya orang yang selalu memarahiku ketika belajar...
ketika selalu mendapatkan nilai terburuk...
Kini saatnya aku mampu mengubah nilaiku...
dengan belajar yang begitu gigihnya...
Harus menerima kenyataan...
ia telah pergi tanpa sudi melihat hasil kerja kerasku...
demi mendapatkan nilai terbaik...
Bahkan mampu mendapatkan nilai yang lebih baik...
dari orang yang selalu ia bangga-banggakan...
kepada semua orang yaitu kakakku...
Aku harus berberat hati menolak semua Universitas...
yang senantiasa membuka gerbangnya lebar-lebar...
untuk menerimaku menjadi mahasiswa yang menuntut ilmu...
hingga gelar sarjana dapat ku raih...
Entah bagaimana aku harus meminta maaf kepada SMA-ku...
yang sudah berusaha mendapatkan PMDK di Institut Pertanian ___ untukku...
yang mungkin PMDK institut Pertanian ___ pada tahun mendatang...
akan mengurangi jumlah siswa PMDK di SMA-ku...
Keterbatasan dana yang kini mulai bicara...
Kepala keluarga yang seharusnya bertanggung jawab atas semua ini...
telah pergi entah kemana...
yang hanya dapat mengunjungiku ketika ku bermimpi...
Tidak ada lagi yang bisa ku perbuat...
kecuali menyetujui suatu kesepakatan...
bahwa aku harus menyelesaikan studi-ku...
di tempat sang "kepala keluarga" itu dilahirkan...
Istana megah yang rupanya telah menantiku...
yang terdapat didalamnya 3 orang yang sangat baik...
yang menyayangiku...
Mereka malaikat bagiku...
Namun ada lagi 1 orang...
yang entah harus kunamai malaikat atau bukan..
yang jelas karenanya...
kesedihanku makin berapi-api...
(sungguh tragis bukan??)
Aku harus berkompetisi "lagi"...
untuk menentukan kampus mana yang akan mau menerimaku "lagi"...
Rupanya keridoan Allah yang kini bicara...
Hingga pada akhirnya aku harus lebih memilih Bina Sarana ___...
daripada Institut Pertanian ___, Guna___, dan lain-lainnya...
Ku rasa memang ini merupakan bagian dari perjalanan hidupku...
Hingga "mau tidak mau" dan "sebisa mungkin" aku "harus" berusaha "ikhlas"...
menjalani setiap hari-hariku...
di istana dan kampuz itu...
Hari demi hari mulai berganti...
Aku menyukai kuliah di kampus itu...
Teman-teman disana sangat baik kepadaku...
Dosen-dosen mengenalku karena keberanianku...
untuk bicara, tunjuk tangan dan lain-lainnya...
Hingga pada akhirnya aku mampu mendapat IPK 3,7 sekian,,,sekian,,,sekian....
IPK yang paling tinggi di kelas...
Bahkan harusnya aku mendapatkan hadiah dari kampus itu...
Namun????????
hmmmmmmm.....
Lantas,,, bagaimana keadaanku di Istana itu???
Tidak ada 1 pun orang yang dapat membayangkannya...
Setiap detik bagai 1 tahun bagiku...
Mengapa????
Ketakutan,,,Rintihan,,,Tagisan,,,detakan jantung yang tak henti-hentinya mengunjungi...
disetiap detik hari-hariku...
1 orang itu,,,
ya dia...
mungkin harus ku namai " peri" agar tidak menyakiti perasaannya...
sesungguhnya aku menyayanginya...
Namun,,, ketika ia marah???
hmmmmmm
Aku baru kali ini menemukan orang yang seseram itu...
yang mungkin suatu saat nyawaku yang akan menjadi taruhannya..
Aku selalu mencari jalan yang ku rasa aman...
agar ku tak terlihat oleh mata indahnya...
Namun perjuanganku itu terkadang sia-sia...
Aku seperti sedang dalam sinetron,,,
yaang dimana aku menjadi pemeran protagonis...
dan "peri" itu menjadi pemeran antagonisnya...
Kedengarannya menarik bukan???
yaaa...
jika itu memang dalam kisah sinetron....
Saat ku menonton TV...
bersama 1 malaikat...
ia datang...
Sengaja ia menutupi arah pandangan ku ke TV...
Menghalangiku dengan tubuhnya yang mungil itu...
dengan tangan yang ditopang ke pinggangnya...
ooohh itu seram sekali...
Lalu apa yang bisa ku perbuat??
Hanya menelan ludah yang sangat beratnya...
(perlu dipraktekkan??? coba saja sendiri... :P )
Banyak yang ku dengar tentangnya...
Ia pernah membawa pisau saat memarahi orang...
yang saat itu menjadi giliran orang yang dimarahinya...
itu sangat mengerikan...
Sepertinya ia memang setragis itu...
karena aku akhirnya melihat dengan mata kepalaku sendiri...
ooohh tidaakk,,, tidaakkk...
Bukan aku yang menjadi gilirannya...
aku melihat ia memukuli orang itu dengan koran...
ku lihat pula ia melempari batu kepada orang yang dimarahinya...
Aku ingin sekali membantu orang-orang itu...
Lalu,,,apa yang bisa ku perbuat???
Aku saja selalu mengurung diriku dikamar...
dengan mengunci pintu dan menahan dengan sekencang-kencangnya...
Menutup horden kamar,,,
Lalu menangis karena ketakutan...
Di tengah lelapnya malam...
ku selalu terbangun...
karena ada panggilan alam yang memaksaku...
harus kekamar kecil...
Terdengar olehku ketukan palu yang begitu kencang diiringinya ke tembok...
ku lihat dari lubang kunci yang kecil...
ternyata sang peri yang memainkan alat musik itu...
ooohhh tidaakkkk....
bagaimana aku harus kekamar kecil...
di saat semua orang tertidur lelap dengan pulasnya...
bermumpi dengan indahnya...
menari-nari bagai artis di film india,,,
atau bisakah kalian menceritakan mimpi kalian yang indah pada saat itu???
pada saat aku yang disini...
yang sedang menahan untuk membuang hajat...
yang sulit untuk diajak kompromi...
Apa yang bisa kuperbuat Tuhan??
yang jika ku keluar kamar,,,
mungkin riwayat hidupku cukup sampai disitu...
Aku tidak ingin mati konyol...
Mungkin hanya aku saja yang tahu bagaimana aku mengatasi masalahku dimalam itu...
dengan tidak keluar kamar sama sekali...
dapat terbayangkan???
Sempat waktu itu,,,
ketika ku tertidur dengan pulasnya di sore hari...
aku tidak mendengar malaikat sedang memanggilku...
ketika ku terbangun...
malaikat itu sepertinya takut sekali terjadi hal yang tidak diinginkan...
sewaktu aku berada di dalam kamar...
hingga pada akhirnya...
kunci itu,,,
yaa,,,malaikat itu mengambilnya...
agar ia tidak khawatir lagi...
Oooohh tidaakkk,,,
bagaimana aku harus bersembunyi...
ketika peri itu mengejar dan memarahiku...
dan akhirnya ketakutanku itu terbukti...
Peri itu mengejarku dan ia berusaha untuk membuka pintu kamar....
Sekuat tenaga ku tahan pintu itu...
Ohhh Tuhan aku takut sekalii...
Lalu ia pergi karena tidak bisa membuka pintu...
Akhirnya aku bisa bernafas lega walau itu hanya untuk sejenak...
Aku berusaha untuk mencari dimana kunci itu disembunyikan...
dan akhirnya aku dapat menemukannya...
Ohh malaikat,,,ku mohon maafkan aku...
bukan sengaja ku membuatmu khawatir...
Namun ini semua demi keselamatanku juga...
Aku takut saat malam tiba...
ketika semua orang terlelap...
peri itu membuka pintu kamar...
dan...
oohh aku tidak ingin membayang-bayangkannya lagi...
Aku ingin selalu bisa membantu malaikat-malaikat itu dalam hal apa saja..
namun siapa yang tahu???
aku tidak bisa sering membantu mereka,,,
karena ketakutan jika bertemu dengan peri itu...
apalagi jika peri itu tahu aku sedang membantu malaikat,,,
oohh dia sangat marah sekali....
dalam keadaanku yang seperti ini...
aku tidak diperbolehkan mengadu kepada siapapun...
sebenarnya menambah kepedihan bagiku...
namun,,, ku fikir...
mengadu kepada siapapun...
tidak ada yang bisa membantuku...
ketika aku menjadi giliran orang yang dimarahinya...
Hingga tidak ada lagi tempat ku mengadu kecuali kepada sang pencipta...
aku rutin mengerjakan solatku...
rutin pula membaca ayat al-quran...
yang pada akhirnya,,,hanya selang 2 bulan,,
aku dapat mengkhatamkan al-quran...
rutin pula aku berdoa agar semua ini dapat berakhir dengan kebahagiaan...
begitulah kisah tragisku di istana itu...
mungkin kini saatnya untukku mengakhiri semua...
ada ajakan untukku melanjutkan kuliah di jakarta...
entah apa yang aku pikirkan saat itu...
aku sempat menolak ajakan itu...
karena aku berat meninggalkan teman-teman dikampus itu...
Tapi,,, jika aku memikirkan aku harus 2 tahun lebih dengan menyelesaikan program diploma ku di sana...
mungkin rumah sakit jiwa atau bahkan batu nisan yang akan menantiku...
ooohh tidaakkk,,,tidaakk...
sudah ku bilang aku tidak mau mati konyol....
hingga aku mencoba memberikan alasan yang realistis..
tanpa harus mengutarakan atau mengungkit keinginan terbesarku untuk pergi meninggalkan istana itu...
sungguh keputusan yang bijaksana bukan???
menutupi semua masalahku yang mungkin akan menjadikan beberapa orang membenciku atau tidak menyukai keputusanku...
ok baiklaahh...
kebencian itu tidak menjadi masalah buat ku...
karena yang paling terpenting saat ini adalah kedamaian dalam hidup...
dan aku masih punya cita-cita yang ingin sekali dapat ku raih...
Akhirnya Allah meridoi ku berkuliah di guna___...
yang disemester awal aku bisa mempertahankan IPK ku yaitu 3,7 sekian, sekian, sekian...
dan kini saatnya aku akan membuktikan...
bahwa aku mampu menjadi yang terbaik dengan segala keterbatasanku...
akan ku buktikan kepada siapa saja yang membenciku...
bahwa aku mampu membahagiakan kalian...
hanya tolong berikan aku waktu untuk membuktikannya...
tidak akan aku menyia-nyiakan kesempatan ini...
karena Allah selalu datang membantuku...
thankz god...
:-*
by: Xsa Nency Ellicia
Lulus SMA dengan nilai total 50,80 dari 6 pelajaran...
Diiringi dengan dapatnya PMDK di Institut Pertanian___...
Beasiswa di Guna___...
Lolos tes wawancara tahap 1 di Sekolah Tinggi Ilmu ___...
dan lain-lainnya...
Yang sesungguhnya aku bisa dengan mudahnya menunjuk ingin kuliah dimana...
Ternyata kebahagiaanku cukuplah sampai disitu..
Kesedihan yang kini mulai bertubi-tubi berdatangan...
Aku tidak dapat menunjukkan suatu pembuktian...
mendapatkan nilai yang cukup fantastis...
dengan meraih peringkat 10 besar di sekolahku...
Kepada satu-satunya orang yang selalu memarahiku ketika belajar...
ketika selalu mendapatkan nilai terburuk...
Kini saatnya aku mampu mengubah nilaiku...
dengan belajar yang begitu gigihnya...
Harus menerima kenyataan...
ia telah pergi tanpa sudi melihat hasil kerja kerasku...
demi mendapatkan nilai terbaik...
Bahkan mampu mendapatkan nilai yang lebih baik...
dari orang yang selalu ia bangga-banggakan...
kepada semua orang yaitu kakakku...
Aku harus berberat hati menolak semua Universitas...
yang senantiasa membuka gerbangnya lebar-lebar...
untuk menerimaku menjadi mahasiswa yang menuntut ilmu...
hingga gelar sarjana dapat ku raih...
Entah bagaimana aku harus meminta maaf kepada SMA-ku...
yang sudah berusaha mendapatkan PMDK di Institut Pertanian ___ untukku...
yang mungkin PMDK institut Pertanian ___ pada tahun mendatang...
akan mengurangi jumlah siswa PMDK di SMA-ku...
Keterbatasan dana yang kini mulai bicara...
Kepala keluarga yang seharusnya bertanggung jawab atas semua ini...
telah pergi entah kemana...
yang hanya dapat mengunjungiku ketika ku bermimpi...
Tidak ada lagi yang bisa ku perbuat...
kecuali menyetujui suatu kesepakatan...
bahwa aku harus menyelesaikan studi-ku...
di tempat sang "kepala keluarga" itu dilahirkan...
Istana megah yang rupanya telah menantiku...
yang terdapat didalamnya 3 orang yang sangat baik...
yang menyayangiku...
Mereka malaikat bagiku...
Namun ada lagi 1 orang...
yang entah harus kunamai malaikat atau bukan..
yang jelas karenanya...
kesedihanku makin berapi-api...
(sungguh tragis bukan??)
Aku harus berkompetisi "lagi"...
untuk menentukan kampus mana yang akan mau menerimaku "lagi"...
Rupanya keridoan Allah yang kini bicara...
Hingga pada akhirnya aku harus lebih memilih Bina Sarana ___...
daripada Institut Pertanian ___, Guna___, dan lain-lainnya...
Ku rasa memang ini merupakan bagian dari perjalanan hidupku...
Hingga "mau tidak mau" dan "sebisa mungkin" aku "harus" berusaha "ikhlas"...
menjalani setiap hari-hariku...
di istana dan kampuz itu...
Hari demi hari mulai berganti...
Aku menyukai kuliah di kampus itu...
Teman-teman disana sangat baik kepadaku...
Dosen-dosen mengenalku karena keberanianku...
untuk bicara, tunjuk tangan dan lain-lainnya...
Hingga pada akhirnya aku mampu mendapat IPK 3,7 sekian,,,sekian,,,sekian....
IPK yang paling tinggi di kelas...
Bahkan harusnya aku mendapatkan hadiah dari kampus itu...
Namun????????
hmmmmmmm.....
Lantas,,, bagaimana keadaanku di Istana itu???
Tidak ada 1 pun orang yang dapat membayangkannya...
Setiap detik bagai 1 tahun bagiku...
Mengapa????
Ketakutan,,,Rintihan,,,Tagisan,,,detakan jantung yang tak henti-hentinya mengunjungi...
disetiap detik hari-hariku...
1 orang itu,,,
ya dia...
mungkin harus ku namai " peri" agar tidak menyakiti perasaannya...
sesungguhnya aku menyayanginya...
Namun,,, ketika ia marah???
hmmmmmm
Aku baru kali ini menemukan orang yang seseram itu...
yang mungkin suatu saat nyawaku yang akan menjadi taruhannya..
Aku selalu mencari jalan yang ku rasa aman...
agar ku tak terlihat oleh mata indahnya...
Namun perjuanganku itu terkadang sia-sia...
Aku seperti sedang dalam sinetron,,,
yaang dimana aku menjadi pemeran protagonis...
dan "peri" itu menjadi pemeran antagonisnya...
Kedengarannya menarik bukan???
yaaa...
jika itu memang dalam kisah sinetron....
Saat ku menonton TV...
bersama 1 malaikat...
ia datang...
Sengaja ia menutupi arah pandangan ku ke TV...
Menghalangiku dengan tubuhnya yang mungil itu...
dengan tangan yang ditopang ke pinggangnya...
ooohh itu seram sekali...
Lalu apa yang bisa ku perbuat??
Hanya menelan ludah yang sangat beratnya...
(perlu dipraktekkan??? coba saja sendiri... :P )
Banyak yang ku dengar tentangnya...
Ia pernah membawa pisau saat memarahi orang...
yang saat itu menjadi giliran orang yang dimarahinya...
itu sangat mengerikan...
Sepertinya ia memang setragis itu...
karena aku akhirnya melihat dengan mata kepalaku sendiri...
ooohh tidaakk,,, tidaakkk...
Bukan aku yang menjadi gilirannya...
aku melihat ia memukuli orang itu dengan koran...
ku lihat pula ia melempari batu kepada orang yang dimarahinya...
Aku ingin sekali membantu orang-orang itu...
Lalu,,,apa yang bisa ku perbuat???
Aku saja selalu mengurung diriku dikamar...
dengan mengunci pintu dan menahan dengan sekencang-kencangnya...
Menutup horden kamar,,,
Lalu menangis karena ketakutan...
Di tengah lelapnya malam...
ku selalu terbangun...
karena ada panggilan alam yang memaksaku...
harus kekamar kecil...
Terdengar olehku ketukan palu yang begitu kencang diiringinya ke tembok...
ku lihat dari lubang kunci yang kecil...
ternyata sang peri yang memainkan alat musik itu...
ooohhh tidaakkkk....
bagaimana aku harus kekamar kecil...
di saat semua orang tertidur lelap dengan pulasnya...
bermumpi dengan indahnya...
menari-nari bagai artis di film india,,,
atau bisakah kalian menceritakan mimpi kalian yang indah pada saat itu???
pada saat aku yang disini...
yang sedang menahan untuk membuang hajat...
yang sulit untuk diajak kompromi...
Apa yang bisa kuperbuat Tuhan??
yang jika ku keluar kamar,,,
mungkin riwayat hidupku cukup sampai disitu...
Aku tidak ingin mati konyol...
Mungkin hanya aku saja yang tahu bagaimana aku mengatasi masalahku dimalam itu...
dengan tidak keluar kamar sama sekali...
dapat terbayangkan???
Sempat waktu itu,,,
ketika ku tertidur dengan pulasnya di sore hari...
aku tidak mendengar malaikat sedang memanggilku...
ketika ku terbangun...
malaikat itu sepertinya takut sekali terjadi hal yang tidak diinginkan...
sewaktu aku berada di dalam kamar...
hingga pada akhirnya...
kunci itu,,,
yaa,,,malaikat itu mengambilnya...
agar ia tidak khawatir lagi...
Oooohh tidaakkk,,,
bagaimana aku harus bersembunyi...
ketika peri itu mengejar dan memarahiku...
dan akhirnya ketakutanku itu terbukti...
Peri itu mengejarku dan ia berusaha untuk membuka pintu kamar....
Sekuat tenaga ku tahan pintu itu...
Ohhh Tuhan aku takut sekalii...
Lalu ia pergi karena tidak bisa membuka pintu...
Akhirnya aku bisa bernafas lega walau itu hanya untuk sejenak...
Aku berusaha untuk mencari dimana kunci itu disembunyikan...
dan akhirnya aku dapat menemukannya...
Ohh malaikat,,,ku mohon maafkan aku...
bukan sengaja ku membuatmu khawatir...
Namun ini semua demi keselamatanku juga...
Aku takut saat malam tiba...
ketika semua orang terlelap...
peri itu membuka pintu kamar...
dan...
oohh aku tidak ingin membayang-bayangkannya lagi...
Aku ingin selalu bisa membantu malaikat-malaikat itu dalam hal apa saja..
namun siapa yang tahu???
aku tidak bisa sering membantu mereka,,,
karena ketakutan jika bertemu dengan peri itu...
apalagi jika peri itu tahu aku sedang membantu malaikat,,,
oohh dia sangat marah sekali....
dalam keadaanku yang seperti ini...
aku tidak diperbolehkan mengadu kepada siapapun...
sebenarnya menambah kepedihan bagiku...
namun,,, ku fikir...
mengadu kepada siapapun...
tidak ada yang bisa membantuku...
ketika aku menjadi giliran orang yang dimarahinya...
Hingga tidak ada lagi tempat ku mengadu kecuali kepada sang pencipta...
aku rutin mengerjakan solatku...
rutin pula membaca ayat al-quran...
yang pada akhirnya,,,hanya selang 2 bulan,,
aku dapat mengkhatamkan al-quran...
rutin pula aku berdoa agar semua ini dapat berakhir dengan kebahagiaan...
begitulah kisah tragisku di istana itu...
mungkin kini saatnya untukku mengakhiri semua...
ada ajakan untukku melanjutkan kuliah di jakarta...
entah apa yang aku pikirkan saat itu...
aku sempat menolak ajakan itu...
karena aku berat meninggalkan teman-teman dikampus itu...
Tapi,,, jika aku memikirkan aku harus 2 tahun lebih dengan menyelesaikan program diploma ku di sana...
mungkin rumah sakit jiwa atau bahkan batu nisan yang akan menantiku...
ooohh tidaakkk,,,tidaakk...
sudah ku bilang aku tidak mau mati konyol....
hingga aku mencoba memberikan alasan yang realistis..
tanpa harus mengutarakan atau mengungkit keinginan terbesarku untuk pergi meninggalkan istana itu...
sungguh keputusan yang bijaksana bukan???
menutupi semua masalahku yang mungkin akan menjadikan beberapa orang membenciku atau tidak menyukai keputusanku...
ok baiklaahh...
kebencian itu tidak menjadi masalah buat ku...
karena yang paling terpenting saat ini adalah kedamaian dalam hidup...
dan aku masih punya cita-cita yang ingin sekali dapat ku raih...
Akhirnya Allah meridoi ku berkuliah di guna___...
yang disemester awal aku bisa mempertahankan IPK ku yaitu 3,7 sekian, sekian, sekian...
dan kini saatnya aku akan membuktikan...
bahwa aku mampu menjadi yang terbaik dengan segala keterbatasanku...
akan ku buktikan kepada siapa saja yang membenciku...
bahwa aku mampu membahagiakan kalian...
hanya tolong berikan aku waktu untuk membuktikannya...
tidak akan aku menyia-nyiakan kesempatan ini...
karena Allah selalu datang membantuku...
thankz god...
:-*
by: Xsa Nency Ellicia
Sabtu, 12 November 2011
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yangmenghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akanterbentuk suatu proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yangdiketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnyatidak diketahui.
Proses inilah yang disebut menalar.Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.
Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.
Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Pengertian Premis Mayor dan Premis Minor
Premis mayor adalah pernyataan umum, sementara premis minor artinya pernyataan khusus. Proses itu dikenal dengan istilah silogisme. Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi). Misalnya : "Semua orang akhirnya akan mati" (premis mayor). Hasan adalah orang (premis minor). Oleh karena itu, "Hasan akhirnya juga akan mati" (kesimpulan). Jadi, berfikir deduktif adalah berfikir dari yang umum ke yang khusus. Dari yang abstrak ke yang konkrit. Dari teori ke fakta-fakta.
Jenis Penalaran Deduktif
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu:
1. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya Menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Contoh :
Premis Mayor : Tidak ada manusia yang abadi
Premis Minor : Socrates adalah manusia
Kesimpulan : Socrates tidak abadi
Kaedah- kaedah dalam silogisme kategorial adalah :
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negative.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
8. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
2. Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Menurut Parera (1991: 131) Silogisme hipotesis terdiri atas premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Akan tetapi premis mayor bersifat hipotesis atau pengadaian dengan jika … konklusi tertentu itu terjadi, maka kondisi yang lain akan menyusul terjadi. Premis minor menyatakan kondisi pertama terjadi atau tidak terjadi. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotesis:
1. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:
Jika hujan, saya naik becak.
Sekarang hujan.
Jadi saya naik becak.
2. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:
Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.
3. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka
kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Kaedah- kaedah Silogisme Hipotesis
• Mengambil konklusi dari silogisme hipotesis jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini adalah menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana
Contoh :
a) Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor: Hujan tidak turun
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.
b) Premis Mayor : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Premis Minor : Air tidak ada.
Kesimpulan : Manusia akan kehausan.
3. Silogisme Akternatif : silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain. Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi tergantung dari premis minornya.
Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus
Jadi, la bukan tidak lulus
Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
Xsa di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi, di pasar
Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:
1. Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain.
2. Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain.
Kaedah-kaedah silogisme alternatif :
1. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid
2. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar)
Contoh :
Rizki menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Rizki menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru
b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah)
Contoh :
Penjahat itu lari ke Surabaya atau ke Yogya.
Ternyata tidak lari ke Yogya.
Jadi ia lari ke Surabaya. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
Rifki menjadi guru atau pelaut.
Ternyata ia bukan pelaut.
Jadi ia guru. (Bisa jadi ia seorang pedagang)
Contoh :
Premis Mayor : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Premis Minor : Nenek Sumi berada di Bandung.
Kesimpulan : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
4. Entimen : Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun tulisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
Entimen atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah "enthymeme" kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme.
Menurut Aristoteles yang ditulis dalam Retorika, sebuah "retorik silogisme" adalah bertujuan untuk pembujukan yang berdasarkan kemungkinan komunikan berpendapat sedangkan teknik bertujuan untuk pada demonstrasi. Kata lainnya, entimem merupakan silogisme yang diperpendek.
Contoh :
Rumus Entimen:
PU : Semua A = B : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat.
PK : Nyoman pegawai yang baik.
S : Nyoman tidak pernah datang terlambat
Entimen : Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baik
Beberapa ciri utama dari penalaran deduktif, yaitu :
1. Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar
2. Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.
Sumber :
1. http://wikiberita.net/news/165909-contoh-penalaran-deduktif.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
3. http://myth90.blogspot.com/2011/02/penalaran-deduktif.html
4. http://litstarss.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-serta-premis_09.html
5. http://rahmaekaputri.blogspot.com/2011/02/penalaran-deduktif.html
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yangmenghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akanterbentuk suatu proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yangdiketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnyatidak diketahui.
Proses inilah yang disebut menalar.Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.
Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.
Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Pengertian Premis Mayor dan Premis Minor
Premis mayor adalah pernyataan umum, sementara premis minor artinya pernyataan khusus. Proses itu dikenal dengan istilah silogisme. Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi). Misalnya : "Semua orang akhirnya akan mati" (premis mayor). Hasan adalah orang (premis minor). Oleh karena itu, "Hasan akhirnya juga akan mati" (kesimpulan). Jadi, berfikir deduktif adalah berfikir dari yang umum ke yang khusus. Dari yang abstrak ke yang konkrit. Dari teori ke fakta-fakta.
Jenis Penalaran Deduktif
Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu:
1. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya Menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Contoh :
Premis Mayor : Tidak ada manusia yang abadi
Premis Minor : Socrates adalah manusia
Kesimpulan : Socrates tidak abadi
Kaedah- kaedah dalam silogisme kategorial adalah :
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negative.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
8. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
2. Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Menurut Parera (1991: 131) Silogisme hipotesis terdiri atas premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Akan tetapi premis mayor bersifat hipotesis atau pengadaian dengan jika … konklusi tertentu itu terjadi, maka kondisi yang lain akan menyusul terjadi. Premis minor menyatakan kondisi pertama terjadi atau tidak terjadi. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotesis:
1. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:
Jika hujan, saya naik becak.
Sekarang hujan.
Jadi saya naik becak.
2. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:
Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.
3. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka
kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Kaedah- kaedah Silogisme Hipotesis
• Mengambil konklusi dari silogisme hipotesis jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini adalah menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana
Contoh :
a) Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Premis Minor: Hujan tidak turun
Konklusi : Sebab itu panen akan gagal.
b) Premis Mayor : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Premis Minor : Air tidak ada.
Kesimpulan : Manusia akan kehausan.
3. Silogisme Akternatif : silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain. Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi tergantung dari premis minornya.
Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus
Jadi, la bukan tidak lulus
Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
Xsa di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi, di pasar
Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:
1. Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain.
2. Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain.
Kaedah-kaedah silogisme alternatif :
1. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid
2. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar)
Contoh :
Rizki menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Rizki menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru
b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah)
Contoh :
Penjahat itu lari ke Surabaya atau ke Yogya.
Ternyata tidak lari ke Yogya.
Jadi ia lari ke Surabaya. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
Rifki menjadi guru atau pelaut.
Ternyata ia bukan pelaut.
Jadi ia guru. (Bisa jadi ia seorang pedagang)
Contoh :
Premis Mayor : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Premis Minor : Nenek Sumi berada di Bandung.
Kesimpulan : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
4. Entimen : Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun tulisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
Entimen atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah "enthymeme" kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme.
Menurut Aristoteles yang ditulis dalam Retorika, sebuah "retorik silogisme" adalah bertujuan untuk pembujukan yang berdasarkan kemungkinan komunikan berpendapat sedangkan teknik bertujuan untuk pada demonstrasi. Kata lainnya, entimem merupakan silogisme yang diperpendek.
Contoh :
Rumus Entimen:
PU : Semua A = B : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat.
PK : Nyoman pegawai yang baik.
S : Nyoman tidak pernah datang terlambat
Entimen : Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baik
Beberapa ciri utama dari penalaran deduktif, yaitu :
1. Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar
2. Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.
Sumber :
1. http://wikiberita.net/news/165909-contoh-penalaran-deduktif.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
3. http://myth90.blogspot.com/2011/02/penalaran-deduktif.html
4. http://litstarss.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-serta-premis_09.html
5. http://rahmaekaputri.blogspot.com/2011/02/penalaran-deduktif.html
Kamis, 27 Oktober 2011
BERTAHAN ATAU MELENYAPKAN
PERASAAN BIMBANG MENYERANG
ANTARA BERTAHAN DENGAN MELENYAPKAN
PENANTIAN YANG MAMPU MENGARAHKAN
ARAH ANGIN YANG TIDAK LAGI BERARAH
PADA POROS YANG SAMA...
PENANTIAN AKAN HADIRNYA KUPU-KUPU
YANG SENANTIASA MENGINGINKAN UNTUK HINGGAP
TAK ADA LAGI KERAGUAN YANG MENYERTAINYA
NAMUN TERJANGAN ANGIN YANG BEGITU HEBAT
TAK MEMUNGKINKAN KUPU-KUPU UNTUK BERTAHAN HINGGAP
KECUALI KUPU-KUPU ITU
MAMPU MEMBUAT PONDASI YANG KUAT
TEPAT DIBAWAH BATANG BUNGA
DAN MAU MENUNGGU SANG BUNGA
DAPAT MENAKLUKKAN ANGIN YANG MENJADIKANNYA TIADA
LANTAS,,,MAMPUKAH KUPU-KUPU ITU BERTAHAN
UNTUK TIDAK BERPINDAH PADA BUNGA
YANG SAMA SEKALI TIDAK ADA TERPAAN ANGIN YANG AKAN MENJADIKANNYA GOYAH???
ANTARA BERTAHAN DENGAN MELENYAPKAN
PENANTIAN YANG MAMPU MENGARAHKAN
ARAH ANGIN YANG TIDAK LAGI BERARAH
PADA POROS YANG SAMA...
PENANTIAN AKAN HADIRNYA KUPU-KUPU
YANG SENANTIASA MENGINGINKAN UNTUK HINGGAP
TAK ADA LAGI KERAGUAN YANG MENYERTAINYA
NAMUN TERJANGAN ANGIN YANG BEGITU HEBAT
TAK MEMUNGKINKAN KUPU-KUPU UNTUK BERTAHAN HINGGAP
KECUALI KUPU-KUPU ITU
MAMPU MEMBUAT PONDASI YANG KUAT
TEPAT DIBAWAH BATANG BUNGA
DAN MAU MENUNGGU SANG BUNGA
DAPAT MENAKLUKKAN ANGIN YANG MENJADIKANNYA TIADA
LANTAS,,,MAMPUKAH KUPU-KUPU ITU BERTAHAN
UNTUK TIDAK BERPINDAH PADA BUNGA
YANG SAMA SEKALI TIDAK ADA TERPAAN ANGIN YANG AKAN MENJADIKANNYA GOYAH???
Kamis, 06 Oktober 2011
PENALARAN INDUKTIF
PENALARAN INDUKTIF
PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akat terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Dalam penalaran proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
PENGERTIAN PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
CIRI-CIRI PENALARAN INDUKTIF
• Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
• Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
• Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph
• Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
• Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
JENIS PARAGRAF INDUKTIF :
• Generalisasi
• Analogi
• Klasifikasi
• Perbandingan
• Sebab akibat
JENIS-JENIS PENALARAN INDUKTIF
Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu analogi dan generalisasi.
PENGERTIAN ANALOGI
Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain dengan cara membandingkan peristiwa yang ada dengan peristiwa sebelumnya, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Dengan kata lain penalaran analogi dapat diartikan sebagai proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan atau proses membandingkan dari dua peristiwa (hal) yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian ditariklah kesimpulan dari persamaan tersebut.
1. Analogi mempunyai 4 fungsi, antara lain :
a) Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
b) Meramalkan kesaman
c) Menyingkapkan kekeliruan
d) Klasifikasi
2. Contoh dari Analogi
a) Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
b) Untuk menjadi seorang penari professional atau ternama dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Demikiannya dengan seorang atlit untuk dapat menjadi atlit professional dan berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang penari maupun seorang atlit diperlukan latihan yang rajin dan ulet..
PENGERTIAN PARAGRAF GENERALISASI
Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.
General = Umum
Contoh:
Penarikan secara generalisasi dilakukan dengan mengemukakan hal-hal khusus lalu menarik kesimpulannya secara umum.
• Jika dipanaskan, besi memuai
• Jika dipanaskan, tembaga memuai
• Jika dipanaskan, perak memuai
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
Contoh :
• Untuk menjadi karyawan PT Rizki syarat utamanya adalah sarjana. Akan tetapi, tidak cukup sarjana saja. Calon karyawan hars memiliki Indeks Prestasi bagus di Perguruan Tingginya, minimal 2,75. Calon karyawan juga harus menguasai salah satu bahasa asing, Inggris dan Mandarin. Jika semua persyaratan administratif sudah terpenuhi, mereka harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh PT Rizki. Jadi, memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi karyawan PT Rizki.
1. Macam – Macam Generalisasi
a) Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh:
sensus penduduk
b) Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh:
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3.Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Sumber :
1. http://carapedia.com
2. http://kafeilmu.com
3. http://www.vanz-garuda.co.cc/2010/03/penalaran-induktif.html
4. http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/penalaran-induktif-dan-deduktif-materi.html
5. http://www.taqdire.web.id/2010/02/penalaran-induktif.html
6. http://bagussangrezpector.blogspot.com/2011/03/contoh-paragraf-dengan-pola.html
PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akat terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Dalam penalaran proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
PENGERTIAN PARAGRAF INDUKTIF
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
CIRI-CIRI PENALARAN INDUKTIF
• Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
• Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
• Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraph
• Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
• Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
• Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
JENIS PARAGRAF INDUKTIF :
• Generalisasi
• Analogi
• Klasifikasi
• Perbandingan
• Sebab akibat
JENIS-JENIS PENALARAN INDUKTIF
Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu analogi dan generalisasi.
PENGERTIAN ANALOGI
Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain dengan cara membandingkan peristiwa yang ada dengan peristiwa sebelumnya, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Dengan kata lain penalaran analogi dapat diartikan sebagai proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan atau proses membandingkan dari dua peristiwa (hal) yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian ditariklah kesimpulan dari persamaan tersebut.
1. Analogi mempunyai 4 fungsi, antara lain :
a) Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
b) Meramalkan kesaman
c) Menyingkapkan kekeliruan
d) Klasifikasi
2. Contoh dari Analogi
a) Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
b) Untuk menjadi seorang penari professional atau ternama dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Demikiannya dengan seorang atlit untuk dapat menjadi atlit professional dan berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang penari maupun seorang atlit diperlukan latihan yang rajin dan ulet..
PENGERTIAN PARAGRAF GENERALISASI
Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada.
General = Umum
Contoh:
Penarikan secara generalisasi dilakukan dengan mengemukakan hal-hal khusus lalu menarik kesimpulannya secara umum.
• Jika dipanaskan, besi memuai
• Jika dipanaskan, tembaga memuai
• Jika dipanaskan, perak memuai
Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.
Contoh :
• Untuk menjadi karyawan PT Rizki syarat utamanya adalah sarjana. Akan tetapi, tidak cukup sarjana saja. Calon karyawan hars memiliki Indeks Prestasi bagus di Perguruan Tingginya, minimal 2,75. Calon karyawan juga harus menguasai salah satu bahasa asing, Inggris dan Mandarin. Jika semua persyaratan administratif sudah terpenuhi, mereka harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh PT Rizki. Jadi, memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi karyawan PT Rizki.
1. Macam – Macam Generalisasi
a) Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh:
sensus penduduk
b) Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh:
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3.Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
Sumber :
1. http://carapedia.com
2. http://kafeilmu.com
3. http://www.vanz-garuda.co.cc/2010/03/penalaran-induktif.html
4. http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/penalaran-induktif-dan-deduktif-materi.html
5. http://www.taqdire.web.id/2010/02/penalaran-induktif.html
6. http://bagussangrezpector.blogspot.com/2011/03/contoh-paragraf-dengan-pola.html
Cara Menjaga Kesehatan Otak Alat Berpikir Kita Tetap Konsentrasi Penuh, Sehat Dan Segar Selalu
Otak adalah tempat di mana kita menyimpan berbagai memori atau ingatan hidup kita serta merupakan alat berpikir yang jauh lebih baik daripada otak binatang. Kita bisa menghapal lagu, mengingat cinta masa lalu yang indah, melamun yang tidak-tidak, berkonsentrasi mengerjakan soal ulangan, dan lain-lain semua melibatkan otak.
Karena otak adalah salah satu organ vital yang ada pada tubuh kita, maka sudah selayaknya kita menjaga dan merawat otak agar tidak tekor dan error. Otak yang eror bisa membuat orang menjadi gila, camen atau cacat mental, kurang waras, halusinasi, paranoid, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah tips cara menjaga dan merawat kesehatan otak manusia dari website organisasi.org tercinta :
1. Tidak Mengkonsumsi Narkoba dan Rokok
Dengan gemar merokok atau memakai narkoba otak akan rusak dan kehilangan fungsi-fungsinya. Selain itu otak jadi rentan terserang berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat. Ada perokok berat yang apabila tidak merokok maka dia tidak dapat berpikir dengan baik, namun semua itu hanya omong kosong yang merupakan sugesti saja. Hati-hati dan waspada pula dengan zat adiktif dan zat aditif yang dapat merusak otak kita.
2. Kurang Tidur Dan Mengistirahatkan Otak
Otak kita butuh istirahat yang cukup setelah seharian melakukan aktivitas baik yang ringan maupun yang berat. Sebaiknya jangan terlalu banyak berpikir yang berat-berat yang membutuhkan konsentrasi dan daya kerja otak yang maksimal. Istirahat otak bisa dengan melakukan sesuatu yang rileks seperti tidur-tiduran, dengan musik ringan, ngobrol sama teman dekat, nonton film komedi, dsb. Dengan tidur yang cukup selama 6 sampai 8 jam, maka otak akan dapat digunakan dengan maksimal.
3. Pola Makan Yang Salah Dan Tidak Sehat
Makanlah makanan yang bergizi dan cukup karena otak manusia membutuhkan suplai nutrisi yang cukup untuk melakukan pekerjaan dan untuk tumbuh berkembang. Biasakanlah sarapan setiap pagi dengan makanan yang tidak terlalu berat tetapi cukup gizinya. Jangan terlalu banyak makan sehingga kegemukan yang dapat menyumbat pembuluh otak. Konsumsi gula pun jangan terlalu berlebihan agar tidak menghalangi penyerapan protein dan gizi pada tubuh kita.
4. Kekurangan Oksigen dan Pencemaran Polusi Udara
Otak membutuhkan oksigen yang cukup untuk beraktivitas secara optimal. Hindari tempat-tempat yang memiliki polusi yang tinggi serta tempat yang tercemat udara atau asap beracun. Gunakan masker bila lama melakukan aktivitas di tempat berpolusi atau berasap namun jangan terlalu lama ditutup agar kita tidak keracunan karbondioksida. Perbaiki sirkulasi udara atau ventilasi udara jika ruangan yang ada terasa pengap dan sumpek.
5. Hindari Berpikir Terlalu Keras
Orang yang stres atau depresi biasanya otak dipakai terus-menerus memikirkan sesuatu yang tidak ada pangkal ujungnya sehingga badan pun akan terkena efek dampak negetifnya menjadi sakit. Bila anda stress / depresi sebaiknya langsung curhat atau melakukan bimbingan konseling dengan orang yang dapat dipercaya agar kita mendapat solusi / jalan keluar masalah tersebut atau minimal meringankan beban pikiran kita. Jika sedang sakit jangan banyak berpikir agar cepat sembuh.
6. Otak Tumpul / Tepo Karena Jarang Dipakai
Jika anda tidak mau punya masalah dengan lemah otak alias lemot, maka anda harus melatih otak kita dengan sering menggunakannya untuk berpikir yang merangsang stimulasi otak seperti dengan belajar, berpikir kritis, berdebat, bermain game puzzle, bermain musik, dan lain sebagainya. Jika jarang dipakai, otak pun akan lemah dan menyusut sehingga akhirnya kita jadi orang lemot dan tulalit tidak nyambung jika diajak bicara.
7. Lindungi Dan Jaga Kepala Dari Benturan Atau Cedera
Memang kenyataan di lapangan cukup konyol di mana banyak orang yang lalu lalang di jalan raya menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan pelindung kepala helm untuk melindungi kepala dari benturan saat tabrakan atau jatuh. Banyak orang yang mati atau gegar otak karena persoalan sepele tersebut. Anak-anak atau remaja pemuda tanggung terkadang sangat senang berperilaku bodoh di depan umum dengan melakukan tawuran masal walaupun tujuan awalnya hanya untuk terlihat keren di depan teman-teman bejadnya. Kepala mereka dan orang lain di sekitarnya bisa cedera karena lemparan batu dan benda-benda keras lainnya. Benturan keras di kepala bisa merusak otak kita, oleh karena itu lindungi selalu kepala kita dari benturan.
Sumber : http://organisasi.org/cara-menjaga-kesehatan-otak-alat-berpikir-kita-tetap-konsentrasi-penuh-sehat-dan-segar-selalu
Karena otak adalah salah satu organ vital yang ada pada tubuh kita, maka sudah selayaknya kita menjaga dan merawat otak agar tidak tekor dan error. Otak yang eror bisa membuat orang menjadi gila, camen atau cacat mental, kurang waras, halusinasi, paranoid, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah tips cara menjaga dan merawat kesehatan otak manusia dari website organisasi.org tercinta :
1. Tidak Mengkonsumsi Narkoba dan Rokok
Dengan gemar merokok atau memakai narkoba otak akan rusak dan kehilangan fungsi-fungsinya. Selain itu otak jadi rentan terserang berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat. Ada perokok berat yang apabila tidak merokok maka dia tidak dapat berpikir dengan baik, namun semua itu hanya omong kosong yang merupakan sugesti saja. Hati-hati dan waspada pula dengan zat adiktif dan zat aditif yang dapat merusak otak kita.
2. Kurang Tidur Dan Mengistirahatkan Otak
Otak kita butuh istirahat yang cukup setelah seharian melakukan aktivitas baik yang ringan maupun yang berat. Sebaiknya jangan terlalu banyak berpikir yang berat-berat yang membutuhkan konsentrasi dan daya kerja otak yang maksimal. Istirahat otak bisa dengan melakukan sesuatu yang rileks seperti tidur-tiduran, dengan musik ringan, ngobrol sama teman dekat, nonton film komedi, dsb. Dengan tidur yang cukup selama 6 sampai 8 jam, maka otak akan dapat digunakan dengan maksimal.
3. Pola Makan Yang Salah Dan Tidak Sehat
Makanlah makanan yang bergizi dan cukup karena otak manusia membutuhkan suplai nutrisi yang cukup untuk melakukan pekerjaan dan untuk tumbuh berkembang. Biasakanlah sarapan setiap pagi dengan makanan yang tidak terlalu berat tetapi cukup gizinya. Jangan terlalu banyak makan sehingga kegemukan yang dapat menyumbat pembuluh otak. Konsumsi gula pun jangan terlalu berlebihan agar tidak menghalangi penyerapan protein dan gizi pada tubuh kita.
4. Kekurangan Oksigen dan Pencemaran Polusi Udara
Otak membutuhkan oksigen yang cukup untuk beraktivitas secara optimal. Hindari tempat-tempat yang memiliki polusi yang tinggi serta tempat yang tercemat udara atau asap beracun. Gunakan masker bila lama melakukan aktivitas di tempat berpolusi atau berasap namun jangan terlalu lama ditutup agar kita tidak keracunan karbondioksida. Perbaiki sirkulasi udara atau ventilasi udara jika ruangan yang ada terasa pengap dan sumpek.
5. Hindari Berpikir Terlalu Keras
Orang yang stres atau depresi biasanya otak dipakai terus-menerus memikirkan sesuatu yang tidak ada pangkal ujungnya sehingga badan pun akan terkena efek dampak negetifnya menjadi sakit. Bila anda stress / depresi sebaiknya langsung curhat atau melakukan bimbingan konseling dengan orang yang dapat dipercaya agar kita mendapat solusi / jalan keluar masalah tersebut atau minimal meringankan beban pikiran kita. Jika sedang sakit jangan banyak berpikir agar cepat sembuh.
6. Otak Tumpul / Tepo Karena Jarang Dipakai
Jika anda tidak mau punya masalah dengan lemah otak alias lemot, maka anda harus melatih otak kita dengan sering menggunakannya untuk berpikir yang merangsang stimulasi otak seperti dengan belajar, berpikir kritis, berdebat, bermain game puzzle, bermain musik, dan lain sebagainya. Jika jarang dipakai, otak pun akan lemah dan menyusut sehingga akhirnya kita jadi orang lemot dan tulalit tidak nyambung jika diajak bicara.
7. Lindungi Dan Jaga Kepala Dari Benturan Atau Cedera
Memang kenyataan di lapangan cukup konyol di mana banyak orang yang lalu lalang di jalan raya menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan pelindung kepala helm untuk melindungi kepala dari benturan saat tabrakan atau jatuh. Banyak orang yang mati atau gegar otak karena persoalan sepele tersebut. Anak-anak atau remaja pemuda tanggung terkadang sangat senang berperilaku bodoh di depan umum dengan melakukan tawuran masal walaupun tujuan awalnya hanya untuk terlihat keren di depan teman-teman bejadnya. Kepala mereka dan orang lain di sekitarnya bisa cedera karena lemparan batu dan benda-benda keras lainnya. Benturan keras di kepala bisa merusak otak kita, oleh karena itu lindungi selalu kepala kita dari benturan.
Sumber : http://organisasi.org/cara-menjaga-kesehatan-otak-alat-berpikir-kita-tetap-konsentrasi-penuh-sehat-dan-segar-selalu
Langganan:
Postingan (Atom)